#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Truk Tronton dengan Truk Trailer

12 Mei 2022, ditulis oleh BoksMan Asia

Foto: canva.com

 

Jakarta, Boksman - Truk adalah kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkat barang berukuran besar atau berjumlah banyak. Truk memang biasanya digunakan untuk mengelola logistik dan jenis truk yang kerap kali digunakan adalah truk tronton dan truk trailer.

Meski terlihat sama, keduanya memiliki perbedaan dan keunggulannya masing-masing. Bagi Anda yang ingin membeli truk atau menggunakan jasa sewa truk logistik, lebih baik ketahui dulu perbedaan keduanya untuk melancarkan fungsional dan operasional perusahaan. 

Berikut adalah perbedaan dari truk tronton dan trailer.

 

Truk Tronton

Foto: djsn.co.id/

 

Truk tronton merupakan salah satu jenis truk yang banyak dijumpai di jalanan Indonesia. Ini disebabkan oleh sektor bisni dan ekspedisi yang menggunakan jenis truk ini. Truk ini memiliki tiga sumbu roda dan jumlah rodanya sebanyak 10, 2 di bagian depan dan 8 di bagian belakang. 

Untuk konfigurasi rodanya pada truk tronton adalah 1-2-2. Kapasitas barang yang bisa dibawa oleh truk tronton adalah sekitar 30 kubikasi dimana berat barang maksimalnya adalah 10 ton. Bahkan bisa juga mengangkut beban mencapai 20 ton atau lebih. 

 

Truk Trailer

Foto: canva.com

 

Dahulu masih banyak truk gandeng yang digunakan untuk angkutan barang dalam jumlah besar dan banyak. Kini, peran truk gandeng digantikan oleh truk trailer.

Truk trailer merupakan sebuah tipe truk yang memiliki daya angkutan sangat kuat. Truk ini bahkan mampu mengangkut barang dengan berat 20 sampai 60 ton. Jenisnya pun ada dua yakni truk trailer dengan 20 feet dan truk trailer dengan 40 feet.

Untuk truk trailer berukuran 20 feet, mempunyai empat dan lima sumbu roda. Sedangkan, truk trailer 40 feet memiliki enam sumbu roda. Bahkan jika dilihat dari jumlah bannya, truk jenis ini setidaknya memiliki ban atau roda sebanyak 16 sampai 24 buah. 

 

Baca Juga: Perkembangan Fitur Keselamatan Aktif Pada Truk Ekspedisi di Indonesia

 

Selain itu, truk trailer juga memiliki berbagai jenis yang disesuaikan dengan fungsinya, misalnya saja seperti box, flat track, flatbed, dan trailer lowbed.

Di Indonesia sendiri, kedua truk tersebut sudah memiliki aturan dan regulasinya masing-masing. Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan menyarankan bahwa kontainer harusnya dibawa oleh truk trailer bukan dibawa oleh truk tronton.

“Regulasi ada, jelas mengatur bahwa truk mengangkut kontainer itu tidak diizinkan diangkut oleh tronton. Jadi, memang regulasinya jelas bahwa harus menggunakan truk trailer,” kata Gemilang.

Gemilang juga menuturkan bahwa muatan kontainer harus diangkut oleh truk trailer karena alasan keamanan dan keseimbangan truk lebih terjaga. Saat ini pemerintah memang sedang menerapkan aturan over dimension overload (ODOL) atau kendaraan angkutan barang berdimensi dan bermuatan lebih.

 

Penggunaan Jalan Untuk Truk Tronton dan Trailer

Sementara untuk penggunaan jalan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 19 sudah diatur pembagian kelas jalannya yakni kelas I, II, III, dan Khusus seperti berikut.

1. Kelas I

Kelas ini berarti arteri atau provinsi. Tidak boleh truk di kelas I ini melewati jalan di kampung-kampung. Batas Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) adalah 10 ton. Perlu diketahui, melansir dari situs E-Tilang, JBI merupakan batas berat maksimum kendaraan berikut muatannya. Batas JBI akan semakin besar jika jumlah sumbu pada kendaraan semakin banyak. Untuk kelas I batas dimensinya tidak boleh lebih dari ukuran lebar 2,5 meter, panjang 18 meter, dan tinggi 4,2 meter.

 

Baca Juga: Bagaimana Standar Euro 4 Bagi Truk di Indonesia? Simak Aturan Lengkapnya di Sini

 

2. Kelas II

Untuk Kelas II ini, batas JBI sebesar 8 ton. Dimensi truk yang boleh melintas yakni dengan panjang 12 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 4,2 meter.

3. Kelas III

Sama halnya dengan kelas II, batas JBI pada kelas III adalah delapan ton. Bedanya pada dimensi truk dimana kelas III ini, panjangnya sembilan meter, lebar 2,1 meter, dan dengan tinggi 3,5 meter.

4. Kelas Jalan Khusus

Kelas ini hanya boleh beroperasi pada jalan arteri. Itu pun dimensinya harus lebih besar dari truk di kelas I, yakni dengan panjang di atas 18 meter, lebar truk di atas 2,5 meter, dan tinggi maksimal tetap 4,2 meter. Sementara untuk batas JBI-nya adalah di atas 10 ton.

 

Itulah tadi perbedaan antara truk tronton dan truk trailer. Secara umum, keduanya memang memiliki fungsi yang berbeda, dan di Indonesia sudah memiliki regulasi yang mengatur tentang penggunaan kedua truk tersebut.

 

Sumber:

Tags: ukuran kontainer, Truk trailer, kontainer, truk tronton

See More

Sistem Driving Behaviour, Bisa Cegah Tilang Elektronik Lho!

Sistem Driving Behaviour, Bisa Cegah Tilang Elektronik Lho!

Mau Beli Container Bekas? Perhatikan 8 Tips Ini Biar Enggak Salah Beli!

Mau Beli Container Bekas? Perhatikan 8 Tips Ini Biar Enggak Salah Beli!

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Tips Memilih Gudang Logistik

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Tips Memilih Gudang Logistik

Strategi Pengambilan Barang di Gudang, Bikin Proses Pengiriman Lebih Cepat dan Efektif!

Strategi Pengambilan Barang di Gudang, Bikin Proses Pengiriman Lebih Cepat dan Efektif!

Ekspedisi Kontainer Wajib Tahu! Ini 6 Cara Mencegah Jamur Pada Kontainer

Ekspedisi Kontainer Wajib Tahu! Ini 6 Cara Mencegah Jamur Pada Kontainer

Kemacetan Terminal Tanjung Priok Terjadi Lagi, Ada Apa?

Kemacetan Terminal Tanjung Priok Terjadi Lagi, Ada Apa?

Perhitungan Muatan Truk dengan Rit yang Wajib Diketahui, Simak Di Sini!

Perhitungan Muatan Truk dengan Rit yang Wajib Diketahui, Simak Di Sini!

Aturan ODOL untuk Truk Angkutan, Sudah Tahu Belum?

Aturan ODOL untuk Truk Angkutan, Sudah Tahu Belum?

IKIGAI - The Japanese Secret to a Long Happy Life - Book Review

IKIGAI - The Japanese Secret to a Long Happy Life - Book Review

Perkembangan Fitur Keselamatan Aktif Pada Truk Ekspedisi di Indonesia

Perkembangan Fitur Keselamatan Aktif Pada Truk Ekspedisi di Indonesia

Ini Perbedaan Ekspedisi, Logistik, dan Cargo dalam Dunia Pengiriman Barang, Yuk Simak!

Ini Perbedaan Ekspedisi, Logistik, dan Cargo dalam Dunia Pengiriman Barang, Yuk Simak!

TOS Nusantara, Sistem Terminal Petikemas yang Buat Bisnis Makin Lancar

TOS Nusantara, Sistem Terminal Petikemas yang Buat Bisnis Makin Lancar

Bukan Hanya Cost Berkurang, Ini Manfaat Tracking Apps Bagi Perusahaan Peti Kemas

Bukan Hanya Cost Berkurang, Ini Manfaat Tracking Apps Bagi Perusahaan Peti Kemas

Hasil Merger Pelindo: Kinerja Operasional Pelabuhan Peti Kemas Lebih Cepat!

Hasil Merger Pelindo: Kinerja Operasional Pelabuhan Peti Kemas Lebih Cepat!

Ini 5 Tanda Bisnis Anda Butuh Pengiriman Mid Mile, Yuk Simak!

Ini 5 Tanda Bisnis Anda Butuh Pengiriman Mid Mile, Yuk Simak!

Shanghai Lockdown! Bagaimana Kondisi Pengiriman Kargo Logistik?

Shanghai Lockdown! Bagaimana Kondisi Pengiriman Kargo Logistik?

Ingin Menjalankan Bisnis Ekspor Impor? Biar Enggak Ketahan Bea Cukai, Kenali Kode Klasifikasi Barang Berikut!

Ingin Menjalankan Bisnis Ekspor Impor? Biar Enggak Ketahan Bea Cukai, Kenali Kode Klasifikasi Barang Berikut!

7 Tips Merawat Warehouse Logistik, Bisa Menghemat Biaya Operasional!

7 Tips Merawat Warehouse Logistik, Bisa Menghemat Biaya Operasional!

6 Alasan Pentingnya SLA dalam Layanan Distribusi Logistik

6 Alasan Pentingnya SLA dalam Layanan Distribusi Logistik

Mengenal Apa Itu Idle di Kendaraan dan Kerugian yang Diakibatkannya

Mengenal Apa Itu Idle di Kendaraan dan Kerugian yang Diakibatkannya

Biaya Pengiriman Kontainer di AS Tidak Turun, Mengapa?

Biaya Pengiriman Kontainer di AS Tidak Turun, Mengapa?

Tidak Cukup dengan Transformasi Digital

Tidak Cukup dengan Transformasi Digital

Penting! Ini 4 Tips Membangun Bisnis Impor

Penting! Ini 4 Tips Membangun Bisnis Impor

Ini 5 Tips Kemas Kargo Dengan Kontainer 40 Ft untuk Muatan Besar!

Ini 5 Tips Kemas Kargo Dengan Kontainer 40 Ft untuk Muatan Besar!

Pelindo Perluas Bisnis Peti Kemas Kawasan Tengah dan Timur Indonesia

Pelindo Perluas Bisnis Peti Kemas Kawasan Tengah dan Timur Indonesia