#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Angkutan Container

Kemacetan di Tanjung Priok Makin Parah, Apa Penyebabnya?

BoksMan Asia

by BoksMan Asia 07 May 2022

27
Kemacetan di Tanjung Priok Makin Parah, Apa Penyebabnya?

Foto: canva.com

 

Jakarta, Boksman - Pengusaha telah mengeluhkan akses jalan ke Tanjung Priok yang semakin macet, meski sejumlah infrastruktur telah diperbaiki. Namun, isu tersebut masih juga belum menemui titik terang.

Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) yakni Gemilang Tarigan, kemacetan masih jadi momok bagi kegiatan logistik di pelabuhan. 

"Soal kemacetan ini sudah berkali-kali kami sampaikan, sudah 5 tahun. Kemacetan ini selalu jadi masalah. Kalau sudah dibangun infrastruktur tapi masih macet, berarti ada yang salah. Kami berharap perbaikan segera," kata Gemilang Tarigan kepada CNBC Indonesia.

 

Baca Juga: Bukan Hanya Cost Berkurang, Ini Manfaat Tracking Apps Bagi Perusahaan Peti Kemas

 

Dia juga mengatakan bahwa tata ruang pelabuhan Tanjung Priok perlu dilakukan penataan ulang. Sebab, meski sudah dibangun infrastruktur, kemacetan masih belum bisa dilerai. 

Tata ruang yang dimaksud pun merupakan keberadaan depo kontainer yang saat in berada di luar lokasi pelabuhan. Sementara, lintasan yang tersedia hanya 2 untuk keluar masuk. 

"Lintasannya hanya 2, keluar masuk. Sekarang depo di luar pelabuhan, lintasan yang tadinya garis lurus, sekarang jadi seperti layang-layang. Crowded. Jadi, konsepnya harus diubah. Kalau tadi kepala layang-layang di pelabuhan, ekor di kawasan, sekarang harus dibalik," kata Gemilang Tarigan.

 

Foto: tpkkoja.co.id

 

Diketahui juga, selama ini truk tidak memiliki fasilitas garasi atau parkir di kawasan industri. Alhasil, banyak parkir liar.

Akibat kemacetan yang terjadi, Gemilang menjelaskan turnaround time truk dengan radius 25 km dari pelabuhan seharusnya 8 jam. 

Namun, karena macet bisa jadi 16-18 jam. Artinya, ada waktu sekitar 10 jam sia-sia yang menyebabkan konsumsi bahan bakar jadi 2 kali lipat. Apalagi jika truk itu hanya membawa muatan kosong.

Kalau depo tersebar di luar wilayah Tanjung Priok, sampai kapanpun akan macet. Misalnya saja seperti lokasi depo yang berada di kawasan Cakung, mereka perlu ke kawasan industri ke arah Bekasi - Cibitung, Karawang, Tangerang atau Cikupa untuk diisi lalu dibawa ke pelabuhan lagi. Tentu ini sangat tidak efektif dan efisien.

 

Baca Juga: Sistem Driving Behaviour, Bisa Cegah Tilang Elektronik Lho!

 

Perlu adanya sistem digitalisasi dalam mengatur muatan dan operasional kontainer untuk mengurai kemacetan. Misalnya sistem dari Boksman yang bisa meningkatkan rit truk hingga dua kali lipat dengan skema roundtrip.

Selain masalah-masalah tadi, ada waktu-waktu tertentu kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dilanda kemacetan akibat arus logistik dan volume kontainer yang tinggi. 

Biasanya ini terjadi mulai hari Rabu hingga Sabtu, sebab para eksportir yang mengejar batas closing time sedangkan bagi importir mengejar agar akhir pekan kontainer sudah dikirim ke industri.

Fakta selanjutnya yang ditemukan bahwa area Common Gate di NPCT-1 kerap terjadi kemacetan disebabkan oleh lokasi Common Gate menuju terminal pelabuhan yang sangat dekat dengan jalan raya. Untuk itu, perlu dilakukan perubahan layout serta Common Gate agar digeser lebih ke dalam lagi.

Untuk kelancaran arus barang ekspor, impor, dan domestik, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta sudah mengusulkan untuk membangun sistem bernama Terminal Booking System (TBS) di Pelabuhan Tanjung Priok. 

 

Baca Juga: Aturan ODOL untuk Truk Angkutan, Sudah Tahu Belum?

 

Sistem seperti ini dianggap bisa mengurai kemacetan yang terjadi sehingga lebih efisien dan efektif. Namun, untuk menerapkan sistem tersebut, pengelola pelabuhan perlu menyiapkan buffer pada sisi timur pelabuhan.

Meski sampai saat ini belum ada hitungan pasti terkait kerugian yang dialami pengusaha logistik akibat kemacetan. Namun, semua pihak sepakat kalau kemacetan merupakan salah satu penyebab biaya logistik di RI terhitung mahal.

Soal tarif pengiriman dari kawasan industri ke pelabuhan, Indonesia memang masih lebih murah dibandingkan negara ASEAN lain. Keberadaan Pelabuhan Patimban pun diharap bisa mengurai kemacetan pada titik tertentu pelabuhan Tanjung Priok. 
 

Sumber:


tags

Pelabuhan Tanjung Priok Tanjung Priok Pengusaha Logistik

newest

Angkutan Container