#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Angkutan Container

Masa Depan Pengiriman Container dengan Global Smart Containers, Sudah Siapkah?

BoksMan Asia

by BoksMan Asia 22 March 2022

50
Masa Depan Pengiriman Container dengan Global Smart Containers, Sudah Siapkah?

Foto: canva.com

Jakarta, Boksman - Mengutip dari Maximize Market Research, pengiriman container dengan Global Smart Container dinilai sebesar USD 467,37 Juta pada tahun 2020 dan diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 18,09% persen menjadi USD 1494,99 juta pada tahun 2027, dengan CAGR yang diperkirakan sebesar 18,09% persen. 

Global Smart Container adalah langkah lanjutan dalam digitalisasi, dengan setiap kontainer pengiriman berbicara satu sama lain secara real time melalui Internet of Things (IoT). 

Global smart container memberikan informasi secara real time kepada pengirim barang, jalur pelayaran, klien, dan agen bea cukai mengenai lokasi dan status pengiriman. 

Penerapan sistem ini dalam rantai pasokan bisa menguntungkan berbagai pihak dalam rantai transportasi. Global smart container menyediakan alur data yang memungkinkan container tracking secara online.

Hal ini akan meningkatkan keselamatan dan keamanan pengiriman container serta memfasilitasi perdagangan di berbagai negara. 

 

Baca juga: Dampak Kargo Logistik di Tengah Perang Rusia - Ukraina

 

Lingkup dan Dinamika Pasar Global Smart Containers 

 

Meningkatnya perdagangan global dan kompleksitas dalam ekosistem logistik, kebutuhan akan wadah pintar yang canggih meningkat. Hal ini didasari dengan keinginan pasar global dalam melakukan efisiensi proses, memfasilitasi visibilitas, dan pengiriman container secara mudah.

Terhubungnya IoT ke sistem Global Smart Containers memungkinkan pebisnis memantau dan mengumpulkan data barang selama proses transportasi adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan sistem ini.

Meningkatnya kepedulian terhadap limbah makanan dan minuman, serta limbah farmasi juga ikut mendorong pertumbuhan Global Smart Containers di industri makanan dan minuman serta medis. Apalagi Anda bisa memilih standar ukuran container dengan kisaran suhu yang sesuai untuk menjaga kesegaran makanan dan obat-obatan hanya melalui smartphone.

Di sisi lain biaya yang sedikit lebih mahal membatasi pertumbuhannya di pasar. Namun, sistem ini juga dapat mengurangi biaya operasional dan emisi karbon dioksida pada pengiriman container dibandingkan dengan sistem tradisional.

Misalnya saja, dengan sistem roundtrip Boksman sehingga Anda bisa memaksimalkan pengiriman container dengan utilisasi truk trailer atau angkutan kontainer pelabuhan hingga 2 kali lipat. Skema roundtrip akan meningkatkan efisiensi truk secara signifikan.

Anda juga bisa memiliki akses ke data pengiriman kontainer sesuai kebutuhan, seperti tracking pengiriman container.

 

Baca juga: Tidak Cukup dengan Transformasi Digital

 

Dampak COVID-19 Pada Pasar Global Smart Containers

 

Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan masyarakat di dunia yang memengaruhi semua industri. 

Pandemi COVID-19 telah memaksa semua otoritas pengatur di seluruh dunia menerapkan lockdown dan pembatasan perjalanan untuk menahan epidemi, yang telah memengaruhi pertumbuhan komersial. 

Seiring dengan penggunaannya yang luas dalam transportasi, pasar Global Smart Containers telah tumbuh secara signifikan selama dekade terakhir.

Ditambah dengan meredanya pandemi yang justru membuat aktivitas manufaktur kendaraan dan logistik kembali lagi meningkat sehingga berimbas positif pada peningkatan aktivitas bongkar muat kendaraan di Terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).

"Secara keseluruhan jumlah kargo kendaraan yang dilayani sepanjang bulan Februari 2022 cenderung variatif dari bulan sebelumnya seiring dengan awal tahun dimana secara historis kegiatan manufaktur dan logistik ke Pelabuhan memang belum meningkat tinggi," tulis Sekretaris Perusahaan IPCC, Sofyan Gumelar. 

Tercatat juga total kargo kendaraan CBU di Lapangan Internasional di bulan Februari 2022 ditangani sebanyak 25.436 unit, turun 27,90% YoY dari periode yang sama di tahun sebelumnya; Alat Berat sebanyak 1.456 unit, naik 52,94% YoY; dan General Cargo sebanyak 5.880 M3 , naik 21,62% YoY.

Begitupun dengan domestik yang cenderung variatif dimana CBU sebanyak 20.286 unit, naik 63,11% YoY; Alat Berat sebanyak 6.093 unit dan General Cargo sebanyak 1.009 M3 dimana masing-masing naik 297,46% dan turun 33,72% YoY dibandingkan pencapaian yang sama di tahun sebelumnya.

Meski begitu, IPCC memastikan kepada seluruh pelanggannya jika sampai saat ini kegiatan usaha dan pelayanan IPCC masih beroperasi secara normal sebagai upaya mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan.

 

Sumber:


tags

pengiriman container

newest

Angkutan Container