#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Angkutan Container

Pelindo Perluas Bisnis Peti Kemas Kawasan Tengah dan Timur Indonesia

BoksMan Asia

by BoksMan Asia 05 April 2022

47
Pelindo Perluas Bisnis Peti Kemas Kawasan Tengah dan Timur Indonesia

Foto: canva.com

 

Boksman, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mulai gencar melakukan aksi korporasi usai merger, terkhusus untuk pengembangan bisnis peti kemas di kawasan tengah dan timur Indonesia. 

Kini, pengoperasian terminal peti kemas di lingkungan perseroan oleh anak usaha subholding PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP sudah mulai meluas hingga kawasan tengah dan timur Indonesia. 

Hal ini ditandai dengan resminya operasional kepelabuhanan mulai Jumat (1/4/2022) di Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Mekar Putih, Pelabuhan Trisakti, dan Pelabuhan Jamrud Surabaya.

 

Baca Juga: Siap-Siap Kepulauan Riau Bakal Jadi Hub Ekspor Produk UMKM

 

Dimulainya operasional SPMT di kelima pelabuhan tersebut ditandai dengan Doa Bersama Go Live Operasional yang serentak digelar di Bogor, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Balikpapan yang dipusatkan di Gapura Surya Nusantara Surabaya pada Jumat, 1 April 2022 lalu.

Pada hari yang sama dilakukan juga penyambutan kapal perdana di Pelabuhan Jamrud Surabaya. Kapal tersebut antara lain KM Kintamani yang merupakan kapal general kargo berbendera Indonesia. Kapal ini memiliki panjang 79,5m dan gross tonnage sebesar 1.858 metrik ton.

Dimulainya operasional pada beberapa pelabuhan tersebut menjadi kelanjutan dari penandatanganan kesepakatan serah operasi bisnis peti kemas dan pelabuhan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) dengan SPMT pada 29 Desember 2021 lalu. Hal ini diawali dengan serah operasi Pelabuhan Dumai kepada SPMT sejak 1 Januari 2022 yang terus bertambah selama empat bulan terakhir. 

Hingga 1 April 2022, tercatat SPMT telah melakukan serah operasi di 11 Pelabuhan, 2 di Pulau Sumatera, 3 di Pulau Jawa, 5 di Pulau Kalimantan, dan 1 di Pulau Sulawesi.

Direktur Utama PT. Pelindo Multi Terminal yakni Drajat Sulistyo mengatakan, SPMT akan mengoperasikan 22 Terminal non peti kemas yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Selain itu, SPMT juga mengelola 11 Terminal non petikemas melalui dua anak perusahaannya yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal dan PT. Pelabuhan Tanjung Priok.

Dimulainya pengoperasian 11 pelabuhan oleh SPMT di awal tahun 2022 ini tentu saja menjadi titik awal dan bentuk komitmen perusahaan yang berada di garda terdepan bisnis peti kemas dan kepelabuhanan Indonesia, terutama dalam layanan Multipurpose Terminal.

 

Baca Juga: Prediksi Tren Tarif Logistik Angkutan Kapal atau Freight Rate Tahun 2022

 

Corporate Secretary SPTP yakni Widyaswendra menuturkan bahwa sebelum pengoperasian oleh SPTP setiap terminal peti kemas sudah melalui tahap standardisasi. 

Standardisasi dimaksud meliputi aspek digitalisasi bisnis proses, peningkatan keandalan peralatan penunjang kegiatan di terminal, serta peningkatan kompetensi bagi pekerja dan juga TKBM.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Maluku Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), HB Sirait  menanggapi positif pengoperasian TPK Ambon oleh SPTP.

Pihaknya berharap adanya pengoperasian tersebut bisa meningkatkan efektivitas pelayanan bagi kelancaran arus logistik di wilayah Maluku.

"Ketersediaan alat dengan performa yang baik dan petugas operasional yang mumpuni menjadi harapan dari para pengguna jasa yang melakukan aktivitas pengiriman logistik melalui TPK Ambon," katanya.

Ia juga menuturkan bahwa setiap tahun arus logistik di Maluku selalu meningkat, pelayanan operasional yang baik sangat diharapkan bagi kelancaran logistik baik yang masuk maupun yang keluar melalui TPK Ambon.

Pelindo Multi Terminal juga akan terus berupaya meningkatkan produktivitas pelayanan guna meningkatkan produktivitas kinerja yang lebih efisien dan efektif. 

Lembaga pengkajian kemaritiman The National Maritime Institute (Namarin) berharap strategi anak usaha PT Pelabuhan Indonesia bisa memperkuat bisnis peti kemas dan jasa angkutan kontainer pelabuhan sehingga mendorong kontainerisasi di Indonesia.

 

Sumber: 


tags

Bisnis Peti Kemas

newest

Angkutan Container