#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Angkutan Container

Kapal Listrik Baterai untuk Ekspedisi Kontainer, Kurangi Emisi Karbon

BoksMan Asia

by BoksMan Asia 08 April 2022

33
Kapal Listrik Baterai untuk Ekspedisi Kontainer, Kurangi Emisi Karbon

Foto: electrive.com

 

Jakarta, Boksman - Ekspedisi kontainer dengan transportasi laut saat ini bertanggung jawab atas 2,5% dari total emisi karbon di dunia. Pemerintah di seluruh dunia telah menekan sektor maritim komersial untuk mengurangi emisi karbon.

Sebuah startup New Orleans di industri maritim yakni Fleetzero, berpikir bahwa elektrifikasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu perusahaan peti kemas kapal ini didirikan oleh Steven Henderson dan Mike Carter yang merupakan lulusan US Merchant Marine Academy. 

Kapal kargo listrik jarak jauh milik Fleetzero bekerja dengan sistem pertukaran baterai, dimana sistem ini dikatakan terbukti lebih murah dibandingkan pengiriman yang menggunakan bahan bakar fosil.

Tenaga kapal berasal dari baterai berbahan kimia Lithium Iron Phosphate (LFP) yang memiliki penyimpanan energi hingga 2 MWh per baterainya. Baterai ditempatkan pada ekspedisi kontainer dengan berat delapan ton. Ketika kapal tiba di pelabuhan, baterai yang sudah habis diganti dengan yang baru. 

Ukuran baterai sudah dirancang agar sesuai dengan standar ukuran container, sehingga derek bisa mengangkatnya dari kapal di pelabuhan dan menggantinya dengan baterai yang baru diisi. Tak perlu khawatir juga, sebab baterai pun dirancang untuk menahan inversi, goncangan, dan gaya yang berlebih di kapal.

 

Baca Juga: Dampak Kargo Logistik di Tengah Perang Rusia - Ukraina

 

Gambar: fleetzero.com

 

Dalam operasi penggantian baterai, baterai kapal akan diganti tiap 12 jam sekali dengan pengisian ulang hingga 10 jam. Tentu saja, hal ini akan sangat efektif dan efisien. Kapal ekspedisi kontainer yang digunakan pun berukuran lebih kecil, memungkinkan kapal melakukan pemberhentian pada pelabuhan yang tak terjangkau kapal besar. 

Hal ini akan membawa keuntungan bagi perusahaan peti kemas karena bisa menghindari pelabuhan dengan traffic padat. Bukan hanya akan mengurangi kemacetan dan penumpukan di pelabuhan, tetapi berpotensi mengurangi lalu lintas truk.

Seperti yang terjadi saat ini di pelabuhan LA dan Long Beach, di mana lusinan kapal menunggu dalam antrean panjang selama berhari-hari untuk dibongkar. 

Carter dan Henderson juga menyatakan, ukuran kapal yang lebih kecil membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan yang lebih sedikit dibandingkan dengan kapal diesel. Pekerjaan maritim pun jadi lebih efisien, polusi berkurang, dan biaya jadi lebih murah.

Dibandingkan kapal ekspedisi kontainer dengan mesin diesel dan tangki bahan bakar, baterai Fleetzero membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih kecil sehingga ruang untuk kargo tersedia lebih banyak.

 

Baca Juga: Pelindo Perluas Bisnis Peti Kemas Kawasan Tengah dan Timur Indonesia

 

Baterai juga dapat berfungsi ganda sebagai daya cadangan untuk kapal di pelabuhan California, di mana peraturan mulai mengharuskan kapal agar berhenti menjalankan mesin kapal saat berlabuh demi mengurangi polusi.

Perusahaan-perusahan besar seperti Amazon dan Ikea telah mendorong industri pelayaran laut untuk beralih ke sumber bahan bakar tanpa karbon pada tahun 2040. “Untuk memerangi krisis iklim, kita harus dengan cepat mendekarbonisasi pelayaran laut,” kata Jonathan Lewis, direktur dekarbonisasi transportasi di CATF.

Fleetzero saat ini sedang mengusahakan perizinan penggunaan baterai lithium iron phosphate tersebut dengan rencana melakukan pelayaran perdana kapal kargo listrik jarak jauh pertamanya pada pertengahan tahun 2023.

 

Sumber:


tags

Ekspedisi kontainer kontainer logistik

newest

Angkutan Container