#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Angkutan Container

Hasil Merger Pelindo: Kinerja Operasional Pelabuhan Peti Kemas Lebih Cepat!

BoksMan Asia

by BoksMan Asia 09 May 2022

24
Hasil Merger Pelindo: Kinerja Operasional Pelabuhan Peti Kemas Lebih Cepat!

Foto: canva.com

 

Keputusan pemerintah melalui Menteri BUMN Erick Thohir yang melakukan merger BUMN PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada 1 Oktober 2021 lalu sudah mulai membuahkan hasil. Salah satu dampak positifnya adalah peningkatan kinerja operasional di sejumlah peti kemas.

Corporate Secretary Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Widyaswendra mengatakan salah satu peningkatan tersebut berkaitan dengan waktu singgah kapal di pelabuhan (port stay). Widyaswendra mengambil contoh port stay di TPK Makassar, sebelum merger Pelindo bisa mencapai rata-rata 30 jam. Kini dengan berbagai upaya pembenahan hanya menyisakan rata-rata 24 jam.

 

Baca Juga: Kemacetan di Tanjung Priok Makin Parah, Apa Penyebabnya?

 

Capaian tersebut tentu tak lepas dari upaya pembenahan oleh SPTP yang meliputi standardisasi dan digitalisasi bisnis proses, peningkatan kehandalan peralatan penunjang kegiatan terminal, serta pengaturan jam kerja bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM).

"Percepatan waktu singgah kapal ini menjadikan kapal dapat segera berlayar dan diharapkan dapat memangkas biaya logistik," kata Widya dikutip Kontan, Minggu (8/5).

Peningkatan kinerja juga terlihat pada saat kedatangan kapal yang sudah terjadwal dalam berthing windows. Adanya standarisasi di terminal yang dikelola SPTP, membuat jadwal kedatangan kapal dalam berthing windows lebih baik dan minim keterlambatan.

Selain di TPK Makassar, peningkatan kinerja operasional juga tercatat TPK Belawan. Port stay di terminal membaik dari rata-rata 36 jam jadi rata-rata 20 jam. Demikian halnya dengan TPK Ambon yang mencatat waktu singgah kapal dari 72 jam menjadi 36 jam. 

Selain beberapa terminal tadi, upaya standardisasi juga dilakukan di 27 terminal yang dikelola oleh SPTP. Dalam waktu dekat, standariasi juga akan dilakukan di TPK Sorong, TPK Perawang, TPK Pantoloan, TPK Jayapura, dan TPK Kendari.

Kepala PT Tanto Intim Line Cabang Ambon Vence Pattiwael juga mengatakan peningkatan kinerja di TPK Ambon mengalami perbaikan. Pihaknya mengaku jika waktu bongkar muat satu kapal dengan muatan 600 peti kemas bisa selesai dalam kurun waktu kurang lebih 36 jam. 

 

Baca Juga: Bukan Hanya Cost Berkurang, Ini Manfaat Tracking Apps Bagi Perusahaan Peti Kemas

 

Sebelumnya bongkar muat 200 peti kemas pernah memakan waktu lebih dari 3 hari. Sistem saat ini memungkinkan proses jadi lebih cepat dan terpenting layanan administrasi sudah bisa diakses dengan telepon tanpa perlu antre.

Hal senada disampaikan Kepala PT Meratus Line Cabang Makassar Steven Kristanto yang menyebut bahwa layanan pengaduan pelanggan di TPK Makassar saat ini lebih baik dari sebelumnya. Menurutnya TPK Makassar lebih tanggap dalam menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan oleh para shipping line. 

Hal ini tentu akan berdampak pada layanan pengiriman barang. Kegiatan bongkar muat di TPK Makassar saat ini juga semakin cepat, rata-rata bisa mencapai 50 box peti kemas per jam.

Seperti diketahui sebelumnya terjadinya merger Pelindo ini didasari karena ketidakefisienan yang menjadi alasan utama pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk melakukan integrasi Pelindo I hingga IV. Harapannya setelah merger layanan kepelabuhanan bisa terstandardisasi, setelah pola operasi standar, terjadi juga peningkatan kapasitas.

Erick Tohir juga menegaskan salah satu fokus utama dari merger Pelindo ini adalah Pelabuhan Petikemas. Petikemas setelah dievaluasi dan digabungkan, hasilnya diharapkan bisa menjadi Pelabuhan Petikemas terbesar nomor 8 di dunia secara kapasitas.

 

Sumber:


tags

peti kemas pelabuhan peti kemas logistik merger pelindo

newest

Angkutan Container