#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Logistik

Dampak Kargo Logistik di Tengah Perang Rusia - Ukraina

BoksMan Asia

by BoksMan Asia 15 March 2022

221
Dampak Kargo Logistik di Tengah Perang Rusia - Ukraina

Jakarta, Boksman - Perang Rusia dengan Ukraina mengganggu logistik regional dan mengguncang pasar komoditas global, ancaman menyebar pada pengiriman cargo logistik dengan penundaan pengiriman, kapasitas muatan lebih sedikit, dan biaya jadi lebih mahal.

Konflik di Ukraina, sebuah negara penghubung antara Eropa dan Asia ini membebani lalu lintas laut khususnya antara kedua benua.

Terutama bagi cargo logistik yang harus masuk pada area Laut Mati tentu akan terkena dampaknya. Hal ini disebabkan kapal mau tidak mau harus melewati jalur yang berbeda, maka ongkos kirim barang jadi meningkat.

Seperti diketahui, Pelabuhan Odessa di Ukraina juga merupakan pelabuhan ekspor gandum terbesar di negara tersebut. 

 

Baca juga: IKIGAI - The Japanese Secret to a Long Happy Life - Book Review

 

Negara ini memang merupakan salah satu pengekspor biji-bijian terbesar seperti barley, gandum, dan jagung. Bahkan, Rusia dan Ukraina menyumbang sekitar 29% dari pasar ekspor gandum global.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Riyanto menuturkan kepada CNBC Indonesia pada Rabu (2/3/2022), "Ini namanya Bunker Adjustment Factors seperti biaya tambahan untuk bahan bakar kapal. Dalam hal ini shipping line itu terapkan itu. Selain itu ada peningkatan biaya asuransi juga. jadi ini shipping line internasional seperti latah gitu juga".

Meningkatnya sanksi terhadap Rusia juga telah menambah tekanan pada jaringan pengiriman global yang sudah terbebani akibat dari pandemi. Setiap cargo logistik yang ditujukan ke Rusia akan dikenakan biaya pemeriksaan pabean tambahan.

Bindiya Vakil, selaku CEO perusahaan manajemen risiko rantai pasokan Resilinc, mengatakan beberapa perusahaan asuransi juga meningkatkan premi untuk pengiriman barang di Laut Hitam.

Banyak perusahaan logistik yang menangguhkan pengiriman ke dan dari Rusia serta Ukraina, sementara bagi perusahaan pengiriman kontainer menghindari Rusia untuk saat ini.

Tindakan ini disusul dengan beberapa pelabuhan di negara Eropa turut melarang bersandarnya kapal Rusia dan ada suspensi pengiriman barang ke Rusia karena tekanan dari blok barat. Mahendra menerangkan meski jumlahnya kecil, namun tetap berpengaruh terhadap supply kapal.

Beberapa kapal komersial bahkan telah dihantam oleh rudal dan kemacetan meningkat di wilayah tersebut saat kapal-kapal menyimpang dari jalur aslinya. 

Penundaan dan kemacetan ekspedisi muatan kapal laut inilah yang bisa memperlambat laju kegiatan ekspor impor dan mempengaruhi rantai pasokan.

Pengiriman cargo logistik yang penting ke pabrikan Eropa akan tertunda, sehingga terjadi kelangkaan yang mengakibatkan kenaikan harga bagi produsen dan konsumen. 

Belum selesai dampak dari pandemi, masalah rantai pasokan yang berkelanjutan serta inflasi dan biaya pengiriman yang lebih tinggi menimbulkan risiko penurunan lebih lanjut terhadap prospek perdagangan. Perdagangan dunia akan melemah lebih tajam dari perkiraan sebelumnya. 

 

Baca juga: Tidak Cukup dengan Transformasi Digital

 

Meski dampak harga pengiriman peti kemas belum begitu terasa menurut Freightos Baltic Index, namun lonjakan tarif angkutan laut tak bisa dihindari.

Kapasitas angkutan cargo logistik yang menyusut ditambah dengan kenaikan harga minyak yang mendorong biaya bahan bakar jadi lebih tinggi, menjadi penyebab selanjutnya dari lonjakan harga kargo logistik.

Judah Levine, kepala penelitian di perusahaan pemesanan barang Freightos Group, mengatakan bahwa maskapai menghindari wilayah udara Rusia, mereka akan mengambil rute alternatif yang lebih panjang sehingga mendongkrak biaya bahan bakar.

Sebelumnya presiden Jokowi juga sudah menyinggung hal ini saat menghadiri rapat Pimpinan TNI dan Polri di Mabes TNI pada Selasa (1/3/2022). Pada acara tersebut, presiden menyinggung tentang gangguan perdagangan secara global, termasuk risiko kenaikan harga kontainer.

"Sekarang terganggu semua, karena perdagangan yang tidak seimbang. Diantara negara-negara sehingga harga kontainer naik," jelasnya dalam acara tersebut.

Ujung-ujungnya harga barang pun akan menjadi semakin mahal karena ongkos angkut yang naik.

"Kalau harga naik, pre-cost naik, artinya harga barang akan ikut naik. Kalau harga naik berarti konsumen lebih mahal dari biasanya. Hati-hati dengan ini. baru urusan kontainer," jelasnya.

Pertumbuhan perdagangan mungkin melayang tepat di atas area 0% jika perang berlarut-larut. Namun, apapun yang terjadi arus perdagangan akan dibentuk kembali secara signifikan.

 

Sumber:

Penulis : Alya Nisania


tags

Cargo logistik Logistik di tengah perang

newest

Logistik