#BoksManAsia #BoksTheWorld #UnBoksYourThinking

Arus Mudik

Truk Logistik Dilarang Melintasi Ruas Tol Jelang Arus Mudik, Begini Aturannya

BoksMan Asia

by BoksMan Asia 25 April 2022

22
Truk Logistik Dilarang Melintasi Ruas Tol Jelang Arus Mudik, Begini Aturannya

Jakarta, Boksman - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan jika pembatasan pergerakan truk logistik akan diberlakukan pembatasan jelang arus mudik.

"Di situ, kita juga sudah merumuskan bersama-sama dengan asosiasi dan juga sudah kami sampaikan ke operator truk dan asosiasi logistik," ujar Budi dalam sesi teleconference pada Kamis (21/6).

Salah satu aturan di dalamnya melarang truk dengan muatan berlebih atau over dimension overload (ODOL) untuk memasuki jalan tol atau jalan nasional.

Menjelang arus mudik, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga menegaskan jika truk kontainer dilarang masuk ke jalan tol atau non tol guna menghindari adanya penumpukan kendaraan

"Iya, itu ada (pembatasan truk), makanya sekarang tol sedang top-topnya ini karena dia ingin menghindari aturan," ujarnya pada Rabu (20/4).

 

Baca Juga: Shanghai Lockdown! Bagaimana Kondisi Pengiriman Kargo Logistik?

 

Mengacu Surat Edaran Nomor 40 Tahun 2022 tentang Pengaturan Operasional Angkutan Barang Pada Masa Arus Mudik dan Arus Balik Selama Angkutan Lebaran Tahun 2022, larangan berlaku selama arus mudik 28 April-1 Mei 2022 dan arus balik pada 7 Mei-9 Mei 2022.

Kementerian Perhubungan akan membatasi truk logistik melintasi 26 jalan non tol dan 15 jalan tol selama periode tersebut.

Budi Setiyadi mengatakan jika pembatasan tersebut akan dimulai Kamis (28/4) pada pukul 00.00 WIB hingga Senin (9/4) pukul 12.00 WIB.

Lalu, pembatasan untuk arus balik akan berlaku mulai Sabtu (7/4) pukul 00.00 WIB sampai dengan Senin (9/4) pukul 12.00 WIB.

Budi menjelaskan bahwa 26 ruas jalan non tol yang dibatasi dari angkutan barang, antara lain Jalan Medan-Berastagi, Jambi-Padang via Sengeti, Jambi-Padang via Sarolangun, Pematang Siantar-Parapat Simalungun-Porsea, Jambi-Padang via Tebo, serta Jambi-Palembang.

Kemudian, Jakarta-Tangerang- Serang-Cilegon-Merak, Jalan Raya Merdeka-Jalan Raya Gatot Subroto, Merak-Cilegon-Lingkar Selatan Cilegon-Anyer-Labuan, Serang-Pandeglang-Labuan, Bandung-Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar, Bandung-Sumedang-Majalengka-Cirebon, dan Ciawi-Cianjur.

Sebagai contoh, aturan ini berlaku bersamaan pada ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta jalan nasional di sampingnya.

 

Baca Juga: Kapal Listrik Baterai untuk Ekspedisi Kontainer, Kurangi Emisi Karbon

 

"Artinya, kita menyiapkan waktu bagi kendaraan logistik di jalan dari Jakarta ke Cikampek. Termasuk juga jalan nasional untuk kendaraan logistik kita kasih waktu dari jam 12 malam sampai jam 7 pagi," terang dia.

Bukan hanya di Jakarta, aturan pembatasan untuk truk logistik ini puk akan diimplementasikan pada berbagai ruas jalan tol dan nasional di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa hingga Sumatera.

Adapun ruas jalan di luar Jakarta yang akan diberlakukan pembatasan antara lain berlaku di ruas Jogja-Wonosari, Jogja-Wates, Pandaan-Malang, Probolinggo-Lumajang, Jogja-Sleman-Magelang,  Jalur Jalan Lintas Selatan (Jalan Daendels), Caruban-Jombang, Banyuwangi-Jember, dan Denpasar-Gilimanuk.

Sementara, pembatasan operasional angkutan barang dilakukan untuk mobil barang dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14 ribu kg, mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang  sumbu tiga atau lebih, kereta gandengan, dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian seperti pasir, batu, tanah, bahan tambang, dan bahan bangunan.

 

Sumber: