Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 19 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Labuan Bajo sebelumnya adalah kelurahan sekaligus ibu kota Kecamatan Komodo dan juga merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Labuan Bajo sangat kaya dengan wisata bahari. Kota dengan pemandangan matahari terbenam memukai ini semakin dikenal dengan berbagai objek wisata. Dari sekadar menikmati pantai berpasir putih atau pink, berenang, menikmati pemandangan sunset hingga berburu tantangan untuk memacu adrenalin, menyelam di perairan Kepulauan Komodo.

Kini, Labuan Bajo pun diprediksikan akan semakin melejit eksistensinya karena akan dibangun Pelabuhan Logistik baru atau Multipurpose. Dilansir dari tempo.co, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, “Hari ini, saya ke Waikelambu, Kecamatan Komodo Manggarai Barat, ini memang berminat membangun satu Pelabuhan Khusus Logistik baru. Karena, di pelabuhan lama itu ada dua kegiatan, yaitu untuk penumpang dan logistik, jadi kurang optimal.”

Diketahui, pelabuhan akan dibangun 15 km dari letak pelabuhan saat ini dengan harapan  distribusi logistik berjalan lebih cepat dan lancar. Untuk jarak tempuhnya, sekitar 30 menit dari Pelabuhan Labuan Bajo yang lama, dan kurang lebih 19 menit dari Bandara Komodo.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa Pelabuhan Khusus Logistik ini akan dibangun dengan kapasitas mencapai 100.000 TEUs. Meskipun saat ini volumenya masih 24.000 TEUs, ke depannya diyakini akan terus bertambah.

Baca Juga: Rahasia Bisnis Sewa Gudang Tidak Rugi Saat Pandemi Virus Corona

“Untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan di sini, nanti di sini juga akan ada tempat supply dari Pertamina untuk BBM. Jadi, di satu tempat kita lakukan fungsi yang beragam,” tambahnya lagi. Menurut Budi, perlu ada koordinasi dan kerjasama antara Kementrian Perhubungan, Pelindo III dan stakeholder lainnya agar seluruh rencana berjalan lancar.

“Oleh karenanya, ini kerjasama Kemenhub ada Pak Dirjen, ada Kadishub, ada Dirut Pelindo III, Dir. Kepelabuhanan. Kita memikirkan ini secara jangka panjang. Pelindo III membebaskan tanah tapi konstruksi dilakukan dengan APBN,” imbuhnya.

Terkait pembangunan pelabuhan ini, Budi Karya mengatakan bahwa Kemenhub telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Koordinasi ini untuk melakukan perbaikan jalan dan memudahkan aksesibilitas menuju tempat Pelabuhan Khusus Logistik akan dibangun.

Sementara itu, Pelabuhan Lama akan dibuat Pelabuhan Khusus Penumpang, yang juga akan dibangun promenade kurang lebih sepanjang 1 km. Pelabuhan Khusus Penumpang tersebut akan difokuskan untuk menjadi pusat turis yang akan berangkat dan kembali dari Pulau Komodo atau pulau lainnya. Ditargetkan, Pelabuhan Khusus Logistik ini akan selesai pada Desember 2020 dengan anggaran yang disiapkan untuk Tahap I sebesar Rp 200 Miliar.