Inilah Pelabuhan Tersibuk di Asia

 

Mungkin tidak mengherankan bahwa saat ini pelabuhan tersibuk di Asia terletak di Cina. Memang, selama bertahun-tahun, negara Singapura dikenal sebagai pelabuhan peti kemas terbesar di Asia. Banyak aktivitas pengangkutan barang yang berlalu lalang ke seluruh Asia tanpa berhenti dari beberapa titik di Singapura. Namun, kini kinerja aktif pelabuhan itu telah diambil alih oleh Shanghai, kurang lebih dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Pelabuhan China daratan menyumbang 70% dari 10 peringkat tertinggi pelabuhan tersibuk di dunia, di tahun 2018, 8 dari Top 15 Pelabuhan Tersibuk berlokasi di China. Dan Amerika Serikat berada di urutan paling bawah dalam daftar, atau peringkat.

Berikut adalah peringkat pelabuhan-pelabuhan yang ada selama bertahun-tahun, menurut data dari World Shipping Council. Pelabuhan Tianjin di Cina mencatat 13,01 juta TEU pada 2013, naik dari 12,3 juta pada 2012 dan 11,59 juta pada 2011. TEU berarti “unit setara dua puluh kaki.” Angkutan kargo standar sama dengan dua TEU. Pelabuhan Dubai, menangani 13,64 juta TEU tahun lalu, naik dari 13,3 juta pada 2012 dan 13 juta TEU pada 2011. U.A.E atau The United Arab Emirates telah berhasil memposisikan dirinya sebagai penghubung antara jalur pelayaran Timur dan Barat. Bahkan dengan kapasitas lebih banyak, saat ini sedang dibangun di Pelabuhan Khalifa.

Terlepas dari kegiatan ekspor yang melambat dari China, pelabuhan Guangzhou hingga kini menangani semakin banyak kargo. Pada 2013, ia menangani 15,31 juta TEU kargo, naik dari 14,74 juta pada 2012 dan 14,42 juta pada 2011. Qingdao menangani 15,52 juta TEUs tahun lalu, naik lagi dari 14,5 juta pada 2012 dan 13,02 juta TEU yang tercatat pada 2011. Tidaklah buruk untuk sebuah negara yang seharusnya melalui pendaratan keras. Pelabuhan Ningbo-Zhoushan menangani 17,33 juta TEU pada 2013, naik dari 16,83 juta pada 2012 dan 14,72 juta TEU pada 2011. Pertumbuhan pengiriman yang berlanjut di Busan, tahun lalu terlihat 17,69 juta TEU melewati pelabuhan, naik dari 17,04 juta pada 2012 dan 16,18 juta pada 2011.

Baca Juga: Perusahaan Trucking Mendapat Kontribusi

Pelabuhan Hong Kong, dulu merupakan yang terbesar dari semua pelabuhan Tiongkok, tetapi sekarang tidak lagi. Tahun lalu, Hong Kong terus mengalami pengurangan jumlah kontainer karena semakin banyak kapal menuju utara ke daratan sebagai gantinya. Terminal pelabuhan peti kemas Hong Kong menangani 22,35 juta TEU pada 2013, turun dari 23,12 juta pada 2012 dan 24,38 juta TEU pada 2011. Tercatat, Shenzhen sekarang adalah pelabuhan Cina terbesar kedua. Tahun lalu menangani 23,28 juta TEU, naik dari 22,94 juta pada 2012 dan 22,57 juta TEU pada 2011.

Pelabuhan Singapura memang tidak lagi berada di peringkat pertama, tetapi lalu lintas peti kemasnya tetaplah kuat. Tahun lalu, pelabuhan ini mencatat 32,63 juta TEU dibandingkan dengan 31,65 juta pada 2012 dan 29,94 juta TEU pada 2011.

Kesimpulannya, peringkat pertama kini ditaklukan oleh Pelabuhan Shanghai. Pelabuhan tersebut menangani 33,62 juta TEU kargo pada 2013, naik dari 32,53 juta pada 2012 dan 31,74 juta TEU dilaporkan pada 2011.

Bagimana dengan Indonesia? Bagaimana cara untuk meningkatkan daya saing logistik Indonesia yang dapat digambarkan dengan besaran kapasitas Pelabuhan di Indonesia?