Maskapai Indonesia Beralih Angkut Kargo

Di tengah pandemi corona virus yang masih berlangsung hingga kini, banyak regulasi baru yang tercipta demi keamanan dan keselamatan bersama.  Salah satunya, perihal maskapai-maskapai indonesia yang tadinya beroperasi dengan normal mengangkut banyak orang berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya, kini dihentikan aktivitasnya sementara. Diperkirakan seluruh penerbangan akan kembali efektif setelah wabah corona virus benar-benar selesai.

Hampir semua perusahaan maskapai mengaku rugi di tengah keadaan seperti ini, bahkan di antaranya membenarkan adanya keadaan yang sampai “Back To Zero” akibat pandemi ini. Penghentian tersebut sebenarnya dilakukan dengan maksud yang baik, menghindari kemungkinan orang yang berpergian terjangkit virus COVID-19. Terlebih, pemerintah pun mengimbau untuk semua orang sebaiknya mentaati gerakan #DirumahAja.

Menyiasati dampak kerugian yang semakin meningkat, akhirnya PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan sebanyak enam maskapai nasional beralih fungsi. Maskapai-maskapai yang biasanya mengangkut penumpang, kini mengoperasikan penerbangan khusus angkutan kargo domestik dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Enam maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Citilink, Lion Air dan Airfast. Dengan adanya alih fungsi tersebut, diharapkan ekosistem logistik akan semakin lancar mendukung aktivitas manusia di momen-momen seperti ini.

Baca Juga: Negara yang Memiliki Pelabuhan Tersibuk di Asia

Dilansir dari truckmagz, Muhammad Awaluddin, selaku President Director PT Angkasa Pura II, menyampaikan “Saat ini kapasitas angkutan kargo memang tidak sebanyak kondisi normal di mana penerbangan reguler cukup banyak. Namun demikian, kapasitas yang ada saat ini dinilai masih mencukupi untuk menjaga kelancaran lalu lintas kargo secara umum.”

Diketahui, Soekarno-Hatta memang merupakan bandara dengan fasilitas pengelolaan kargo terlengkap dan terbesar di antara bandara PT Angkasa Pura II lainnya. Bahkan, setiap tahunnya, Soekarno-Hatta dapat mengelola kargo hingga 600.000 ton. Meski begitu, bandara-bandara PT Angkasa Pura II lainnya juga tetap beroperasi untuk melayani angkutan kargo. Kendati demikian, maskapai-maskapai tersebut akan kembali melayani beberapa penerbangan nantinya, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.25/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.